Kabupaten Malang dikenal sebagai salah satu wilayah dengan potensi kopi yang besar di Jawa Timur. Kondisi geografis yang mendukung, iklim sejuk, serta tradisi bertani yang kuat menjadikan kopi sebagai komoditas unggulan di sejumlah desa. Namun, potensi besar ini belum sepenuhnya diiringi dengan kemampuan pengolahan dan pemasaran yang memadai di tingkat masyarakat. Hal tersebut juga terjadi di Desa Benjor, yang selama ini dikenal sebagai penghasil biji kopi, tetapi masih menghadapi keterbatasan dalam mengembangkan produk bernilai tambah.

Selama bertahun-tahun, sebagian besar masyarakat Desa Benjor hanya menjual kopi dalam bentuk biji roasting. Pola ini membuat nilai ekonomi kopi relatif rendah dan keuntungan yang diperoleh petani belum optimal. Padahal, tren konsumsi kopi saat ini terus berkembang, termasuk meningkatnya minat terhadap produk kopi kemasan siap minum yang praktis, higienis, dan memiliki cita rasa konsisten.

Berangkat dari kondisi tersebut, dilaksanakan kegiatan pendampingan pengolahan kopi siap minum yang bertujuan meningkatkan kapasitas masyarakat Desa Benjor. Program ini tidak hanya fokus pada aspek teknis pengolahan, tetapi juga mencakup pengemasan, pemasaran digital, hingga penguatan identitas merek produk kopi desa.


Mengubah Biji Kopi Menjadi Produk Bernilai Tinggi

Salah satu tujuan utama kegiatan pengabdian ini adalah mengubah pola pengolahan kopi dari sekadar menjual biji roasting menjadi produk kopi kemasan siap minum. Melalui pendekatan pelatihan dan pendampingan intensif, masyarakat diperkenalkan pada teknik pengolahan modern, seperti proses brewing yang tepat, pencampuran bahan untuk menjaga konsistensi rasa, serta standar pengemasan yang higienis dan menarik.

Pelatihan dilakukan secara bertahap agar mudah dipahami oleh peserta dari berbagai latar belakang. Peserta tidak hanya menerima materi teori, tetapi juga praktik langsung mulai dari pemilihan bahan baku, proses seduh, hingga pengemasan produk. Pendekatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan masyarakat.

Hasilnya, produk kopi kemasan siap minum Desa Benjor berhasil dikembangkan dengan kualitas yang cukup tinggi. Berdasarkan uji organoleptik, produk memperoleh skor rata-rata di atas 4,0 (skala 1–5). Skor tersebut menunjukkan peningkatan signifikan pada cita rasa, aroma, dan tampilan produk dibandingkan sebelumnya.


Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan Masyarakat

Selain peningkatan kualitas produk, dampak penting dari kegiatan ini adalah meningkatnya pengetahuan dan keterampilan peserta. Evaluasi melalui pre-test dan post-test menunjukkan lonjakan pemahaman yang cukup signifikan, terutama pada aspek pemasaran digital.

Peningkatan pengetahuan di bidang pemasaran digital tercatat mencapai 128,6%, menunjukkan bahwa masyarakat Desa Benjor semakin memahami pentingnya promosi melalui media sosial dan platform e-commerce. Peserta dibekali keterampilan membuat konten promosi sederhana, mengelola akun bisnis, hingga memahami strategi penjualan daring yang sesuai dengan karakter produk kopi.

Pendampingan ini membuka wawasan masyarakat bahwa nilai jual produk tidak hanya ditentukan oleh rasa, tetapi juga oleh cara produk dikemas, dipromosikan, dan diceritakan kepada konsumen.


Dampak Ekonomi Nyata bagi Masyarakat Desa

Salah satu indikator keberhasilan utama program pendampingan ini adalah dampak ekonomi yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Setelah pengembangan produk kopi siap minum, rata-rata pendapatan masyarakat peserta program meningkat sekitar Rp1.000.000 per bulan.

Peningkatan pendapatan ini berasal dari penjualan produk kopi kemasan siap minum yang memiliki harga jual lebih tinggi dibandingkan biji kopi roasting. Selain itu, akses ke pasar yang lebih luas melalui media digital turut berkontribusi pada peningkatan volume penjualan.

Bagi masyarakat Desa Benjor, capaian ini menjadi bukti bahwa inovasi pengolahan dan pemasaran mampu membuka peluang ekonomi baru tanpa harus meninggalkan sektor pertanian kopi yang sudah menjadi identitas desa.


Penguatan Identitas Produk Lokal dan HKI

Dalam rangka memperkuat keberlanjutan usaha, masyarakat Desa Benjor juga didampingi untuk merancang kemasan modern yang mencerminkan identitas lokal. Desain kemasan tidak hanya berfungsi sebagai pelindung produk, tetapi juga sebagai media komunikasi yang memperkenalkan cerita dan keunikan kopi Desa Benjor kepada konsumen.

Langkah strategis lainnya adalah pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual (HKI) atas merek dagang produk kopi Desa Benjor. Dengan terdaftarnya merek, masyarakat memiliki perlindungan hukum sekaligus meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk yang dihasilkan.

Penguatan identitas ini menjadi fondasi penting untuk pengembangan usaha kopi desa dalam jangka panjang, khususnya dalam menghadapi persaingan pasar yang semakin ketat.


Keterlibatan Generasi Muda Desa

Menariknya, kegiatan pendampingan ini juga mendorong keterlibatan generasi muda Desa Benjor. Anak-anak muda desa mulai tertarik untuk terlibat dalam pengelolaan media sosial, desain kemasan, hingga pemasaran daring produk kopi.

Keterlibatan generasi muda membawa energi baru dan ide-ide kreatif dalam pengembangan usaha kopi modern desa. Hal ini penting untuk menjaga keberlanjutan usaha sekaligus mencegah urbanisasi berlebihan dengan membuka peluang kerja di desa sendiri.


Kontribusi terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan

Program pendampingan pengolahan kopi siap minum di Desa Benjor secara langsung mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 8 tentang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi. Dengan meningkatkan kapasitas masyarakat, menciptakan nilai tambah produk lokal, serta membuka peluang usaha baru, program ini berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi desa yang inklusif dan berkelanjutan.

Selain itu, kegiatan ini juga mendorong inovasi, kewirausahaan lokal, dan penguatan UMKM berbasis potensi desa.


Luaran dan Keberlanjutan Program

Luaran dari kegiatan pendampingan ini meliputi berbagai aspek, antara lain:

  • Produk kopi kemasan siap minum Desa Benjor
  • Artikel ilmiah dan publikasi media massa daring
  • Pendaftaran HKI merek dagang
  • Poster dan dokumentasi kegiatan

Dengan berbagai capaian tersebut, program pendampingan ini terbukti tidak hanya menghasilkan output jangka pendek, tetapi juga membangun fondasi bagi pengembangan ekonomi desa yang berkelanjutan.


Kesimpulan

Pendampingan pengolahan kopi siap minum di Desa Benjor, Kabupaten Malang, menunjukkan bahwa peningkatan kapasitas masyarakat melalui pelatihan teknis dan pemasaran digital mampu memberikan dampak nyata. Nilai tambah produk meningkat, pendapatan masyarakat bertambah, identitas produk lokal semakin kuat, dan generasi muda terlibat aktif dalam usaha desa.

Program ini menjadi contoh bahwa potensi lokal, jika dikelola dengan pendekatan yang tepat, dapat menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi desa secara berkelanjutan.

Baca juga : Dampak Minum Kopi bagi Kesehatan Anak yang Perlu Diwaspadai

Jangan Lewatkan Info Penting Dari : kabarsantai

By mimin