infowarkop.web.id Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Tengah berkolaborasi dengan Bank Indonesia Cabang Lhokseumawe dalam sebuah program yang menarik perhatian, yakni penanaman ribuan pohon kopi di lahan wakaf.

Program ini menjadi langkah nyata dalam pengembangan konsep wakaf produktif berbasis pertanian. Wakaf tidak hanya dipahami sebagai aset diam, tetapi dikelola agar mampu menghasilkan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat.

Penanaman kopi dilakukan di lahan wakaf seluas sekitar 2,5 hektare yang berada di wilayah Desa Paya Bener, Kecamatan Bebesen. Total pohon kopi yang ditanam mencapai 5.000 batang.

Inisiatif ini diharapkan mampu menjadi model pemberdayaan umat sekaligus memperkuat sektor pertanian lokal.


Gerakan Berwakaf Pohon Kopi untuk Maslahat dan Alam

Program ini mengusung tema besar “Gerakan Berwakaf Pohon Kopi, Bermaslahat untuk Umat dan Menjaga Alam”.

Tema tersebut mencerminkan dua tujuan utama yang ingin dicapai. Pertama, menghadirkan manfaat ekonomi nyata melalui pengelolaan wakaf produktif. Kedua, menjaga kelestarian lingkungan melalui kegiatan penghijauan dan pertanian berkelanjutan.

Kopi dipilih bukan tanpa alasan. Aceh Tengah dikenal sebagai salah satu sentra kopi terbaik di Indonesia. Komoditas ini memiliki nilai ekonomi tinggi dan peluang pasar yang luas.

Dengan demikian, penanaman kopi di lahan wakaf menjadi langkah strategis yang menggabungkan aspek ibadah sosial dengan potensi ekonomi daerah.


Tanah Wakaf sebagai Aset Produktif Umat

Penanaman pohon kopi ini dilakukan di tanah wakaf milik Yayasan Wakaf Ikhlas Beramal. Lahan tersebut menjadi contoh bagaimana wakaf dapat dimanfaatkan lebih produktif untuk kepentingan masyarakat.

Selama ini, wakaf sering identik dengan pembangunan masjid atau fasilitas ibadah. Namun, konsep wakaf produktif menawarkan pendekatan yang lebih luas.

Aset wakaf dapat dikelola menjadi lahan pertanian, perkebunan, atau usaha sosial yang hasilnya kembali untuk kesejahteraan umat.

Melalui program ini, wakaf menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi, bukan hanya simbol amal jangka panjang.


Kemenag Dorong Kebangkitan Ekonomi Masyarakat

Kepala Kemenag Aceh Tengah, Wahdi MS, menegaskan bahwa penanaman kopi ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat ekonomi umat.

Menurutnya, wakaf produktif berbasis pertanian bisa menjadi solusi kebangkitan ekonomi masyarakat sekitar.

Dengan adanya perkebunan kopi wakaf, masyarakat dapat memperoleh manfaat dari pengelolaan hasil panen, peningkatan lapangan kerja, hingga penguatan usaha tani lokal.

Wakaf produktif juga membuka peluang agar aset wakaf tidak terbengkalai, melainkan terus berkembang dan memberikan dampak sosial yang nyata.


Bank Indonesia Perkuat Ekosistem Ekonomi Umat

Perwakilan Bank Indonesia Cabang Lhokseumawe, Riemas Anugerah Maulana, menambahkan bahwa program ini bukan hanya soal penghijauan.

BI melihat inisiatif ini sebagai bagian dari penguatan ekosistem ekonomi umat melalui pengelolaan wakaf produktif yang berkelanjutan.

Wakaf produktif dinilai dapat menjadi instrumen ekonomi sosial yang kuat, terutama jika dikelola dengan profesional dan terintegrasi dengan sektor keuangan syariah.

Bank Indonesia mendukung program seperti ini karena mampu memperkuat ekonomi masyarakat berbasis nilai keislaman dan kemandirian lokal.


Kopi Wakaf sebagai Model Pertanian Berkelanjutan

Penanaman ribuan pohon kopi juga menjadi bagian dari upaya menjaga lingkungan. Perkebunan kopi yang dikelola dengan baik dapat membantu menjaga keseimbangan ekosistem, mencegah erosi, dan memperkuat penghijauan kawasan.

Pertanian berkelanjutan berbasis wakaf menjadi model menarik karena menggabungkan tiga unsur penting:

  • Nilai sosial dan ibadah
  • Pemberdayaan ekonomi masyarakat
  • Kelestarian lingkungan

Kopi wakaf bukan hanya tanaman produktif, tetapi juga simbol gerakan ekonomi hijau yang berbasis komunitas.


Manfaat Jangka Panjang bagi Umat dan Daerah

Program ini diharapkan memberi manfaat jangka panjang, baik bagi umat maupun daerah.

Beberapa dampak positif yang dapat dihasilkan antara lain:

  • Peningkatan ekonomi masyarakat sekitar
  • Pengelolaan wakaf yang lebih modern dan produktif
  • Penguatan sektor kopi sebagai komoditas unggulan
  • Pembukaan lapangan kerja di bidang pertanian
  • Kontribusi pada kelestarian alam dan penghijauan

Jika dikelola secara konsisten, wakaf produktif berbasis kopi dapat menjadi sumber kesejahteraan yang terus mengalir.


Wakaf Produktif Jadi Inovasi Ekonomi Syariah

Konsep wakaf produktif semakin relevan di era sekarang. Masyarakat membutuhkan model ekonomi yang tidak hanya mengejar keuntungan, tetapi juga memiliki dimensi sosial dan keberlanjutan.

Melalui inovasi seperti kopi wakaf, wakaf dapat menjadi bagian penting dari pembangunan ekonomi syariah di Indonesia.

Program ini juga menunjukkan bahwa kolaborasi antara lembaga pemerintah dan institusi ekonomi seperti Bank Indonesia dapat melahirkan gerakan yang bermanfaat luas.


Kesimpulan: Kopi Wakaf untuk Ekonomi dan Lingkungan

Kolaborasi Kemenag Aceh Tengah dan Bank Indonesia Lhokseumawe dalam penanaman ribuan pohon kopi di lahan wakaf menjadi contoh nyata wakaf produktif berbasis pertanian.

Program ini tidak hanya menghadirkan manfaat ekonomi bagi masyarakat, tetapi juga berkontribusi dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Dengan pengelolaan yang berkelanjutan, kopi wakaf berpotensi menjadi model pemberdayaan umat yang kuat, sekaligus memperkuat ekonomi lokal Aceh Tengah sebagai daerah penghasil kopi unggulan.

Cek Juga Artikel Dari Platform georgegordonfirstnation.com

By mimin