Harga kopi dunia kembali mengalami kenaikan pada perdagangan Selasa, 20 Mei 2026. Setelah sempat melemah dalam beberapa pekan terakhir, pasar kopi mulai menunjukkan tanda pemulihan.

Kenaikan ini terjadi setelah aksi jual selama hampir tiga minggu membuat harga kopi berada dalam tekanan besar. Kondisi tersebut mendorong munculnya pembelian teknikal dan penutupan posisi jual oleh sejumlah dana investasi.

Kopi robusta menjadi salah satu komoditas yang mulai bangkit dari titik terendah dalam satu bulan terakhir. Pemulihan harga tersebut memberikan perhatian besar bagi pelaku pasar dan industri kopi global.

Selain faktor teknikal, penurunan persediaan kopi di bursa ICE juga ikut mendukung penguatan harga kopi dunia.

Robusta Mulai Pulih dari Tekanan Pasar

Harga kopi robusta sebelumnya mengalami tekanan cukup besar akibat aksi jual yang terus berlangsung. Namun pada perdagangan terbaru, pasar mulai bergerak positif.

Data kontrak berjangka kopi robusta London menunjukkan adanya penguatan harga setelah menyentuh level rendah dalam beberapa minggu terakhir.

Pelaku pasar menilai tekanan jual yang terlalu dalam membuat harga kopi mulai memasuki area jenuh jual. Situasi tersebut memicu pembelian baru dari investor.

Selain itu, beberapa pelaku perdagangan memilih menutup posisi jual mereka untuk mengamankan keuntungan. Langkah tersebut turut membantu harga kopi kembali bergerak naik.

Penurunan Persediaan ICE Dukung Harga

Faktor lain yang mendukung kenaikan harga kopi adalah penurunan persediaan di bursa ICE. Persediaan kopi yang terus berkurang selama dua bulan terakhir menjadi perhatian pasar global.

Stok yang lebih rendah membuat kekhawatiran pasokan kembali muncul di tengah permintaan kopi yang masih cukup tinggi. Kondisi tersebut biasanya memberi dorongan positif terhadap harga komoditas.

Pasar kopi global memang sangat dipengaruhi oleh kondisi pasokan dan cuaca di negara produsen utama. Ketika stok menurun, investor cenderung lebih aktif melakukan pembelian.

Karena itu, penurunan persediaan ICE menjadi salah satu alasan utama mengapa harga kopi mulai pulih setelah mengalami tekanan panjang.

Arabika dan Robusta Bergerak Beragam

Meski robusta menunjukkan pemulihan, pergerakan kopi arabika masih terlihat lebih fluktuatif. Beberapa laporan pasar menyebut harga arabika sempat melemah akibat ekspektasi panen besar di Brasil.

Brasil sebagai produsen kopi terbesar dunia memiliki pengaruh besar terhadap pasar global. Jika produksi meningkat, harga kopi biasanya akan mengalami tekanan.

Namun untuk robusta, pasar masih melihat adanya dukungan dari pasokan yang belum sepenuhnya stabil. Hal tersebut membuat harga robusta cenderung lebih kuat dibanding beberapa pekan sebelumnya.

Pelaku industri kopi kini terus memantau perkembangan cuaca dan produksi di negara-negara penghasil kopi utama.

Pasar Kopi Masih Dipengaruhi Faktor Global

Pergerakan harga kopi dunia masih sangat dipengaruhi berbagai faktor global. Mulai dari kondisi cuaca, persediaan stok, hingga aktivitas perdagangan investor menjadi penentu utama arah pasar.

Kenaikan harga kopi pada 20 Mei memberikan sedikit optimisme setelah tren pelemahan sebelumnya. Namun, pasar diperkirakan masih akan bergerak fluktuatif dalam beberapa waktu ke depan.

Bagi pelaku industri kopi di Indonesia, perubahan harga global tetap menjadi perhatian penting karena berpengaruh terhadap perdagangan dan harga di tingkat lokal.

Dengan mulai pulihnya harga robusta, banyak pihak berharap pasar kopi dapat kembali stabil dan memberikan dampak positif bagi petani maupun industri kopi nasional.

Baca Juga Pemprov NTB Dorong Kopi Blend Lombok-Sumbawa

Cek Juga Artikel Dari Platform kalbarnews.web

By mimin