infowarkop.web.id Rasa ngantuk saat bekerja merupakan masalah umum yang dialami banyak orang, terutama mereka yang menjalani aktivitas panjang di depan layar komputer. Kondisi ini sering muncul tanpa peringatan, membuat konsentrasi menurun dan produktivitas terganggu. Dalam situasi seperti itu, sebagian besar orang secara refleks memilih kopi atau camilan manis sebagai solusi cepat.
Namun, kebiasaan tersebut belum tentu menjadi pilihan terbaik bagi tubuh. Konsumsi kafein berlebihan maupun asupan gula tinggi justru berpotensi menimbulkan masalah kesehatan jangka panjang. Mulai dari gangguan lambung, jantung berdebar, hingga peningkatan risiko penyakit metabolik.
Menurut para ahli gizi, rasa kantuk yang muncul di tengah aktivitas tidak selalu disebabkan oleh kurangnya kafein. Ada faktor lain yang sering luput dari perhatian, tetapi justru menjadi pemicu utama menurunnya energi tubuh.
Penyebab Ngantuk Tidak Selalu Karena Kurang Tidur
Banyak orang mengaitkan rasa ngantuk dengan kurang tidur. Meski faktor tersebut memang berpengaruh, kenyataannya tidak semua kantuk bersumber dari kualitas istirahat yang buruk.
Tubuh manusia membutuhkan keseimbangan cairan agar fungsi organ berjalan optimal. Ketika tubuh mengalami kekurangan cairan, aliran darah dan suplai oksigen ke otak dapat menurun. Kondisi ini membuat otak bekerja lebih lambat dan memicu rasa lelah serta kantuk.
Tanpa disadari, dehidrasi ringan sering terjadi saat bekerja, terutama di ruangan ber-AC yang membuat tubuh kehilangan cairan lebih cepat.
Minum Kopi Bukan Solusi Utama
Kopi kerap menjadi andalan banyak pekerja untuk tetap terjaga. Kandungan kafein memang dapat memberikan efek stimulasi sementara pada sistem saraf pusat.
Namun efek tersebut bersifat jangka pendek. Setelah kafein habis dimetabolisme tubuh, rasa lelah justru dapat kembali dengan intensitas lebih kuat. Inilah yang sering disebut sebagai efek “crash”.
Selain itu, konsumsi kopi berlebihan dapat memicu gangguan lambung, kecemasan, hingga gangguan tidur jika dikonsumsi terlalu dekat dengan waktu istirahat.
Bahaya Camilan Manis Berlebihan
Selain kopi, camilan manis sering dipilih sebagai penambah energi instan. Gula memang mampu meningkatkan kadar glukosa darah dengan cepat, namun efeknya tidak bertahan lama.
Lonjakan gula darah yang tiba-tiba akan diikuti penurunan drastis. Akibatnya, tubuh justru merasa lebih lemas setelah beberapa waktu.
Jika kebiasaan ini dilakukan terus-menerus, risiko gangguan metabolisme seperti resistensi insulin dan diabetes dapat meningkat.
Kekurangan Cairan Jadi Pemicu Utama
Ahli gizi menjelaskan bahwa penyebab paling sering rasa kantuk saat bekerja adalah kurangnya asupan cairan. Tubuh yang kekurangan cairan akan mengalami penurunan fungsi fisiologis, termasuk fungsi otak.
Gejala dehidrasi ringan sering tidak disadari. Mulai dari mulut kering, sakit kepala ringan, sulit fokus, hingga rasa mengantuk.
Padahal, solusi dari kondisi ini sangat sederhana, yaitu mencukupi kebutuhan minum air putih secara rutin.
Air Putih Lebih Efektif Menjaga Fokus
Air putih berperan penting dalam menjaga sirkulasi darah dan metabolisme tubuh. Ketika cairan tercukupi, otak mendapat pasokan oksigen yang cukup sehingga fungsi kognitif tetap optimal.
Minum air secara teratur dapat membantu menjaga kewaspadaan tanpa efek samping seperti yang ditimbulkan kafein atau gula.
Kebiasaan sederhana ini sering diremehkan, padahal dampaknya sangat besar terhadap energi dan konsentrasi.
Pola Minum yang Sering Terabaikan
Banyak pekerja hanya minum ketika merasa haus. Padahal, rasa haus merupakan tanda awal tubuh mulai mengalami kekurangan cairan.
Idealnya, asupan air dilakukan secara berkala, bukan menunggu hingga tenggorokan terasa kering. Menyediakan botol minum di meja kerja dapat membantu menjaga kebiasaan ini.
Dengan cara tersebut, tubuh tetap terhidrasi sepanjang hari tanpa harus mengandalkan minuman berkafein.
Peran Gerak Tubuh dalam Mengurangi Kantuk
Selain cairan, kurangnya aktivitas fisik juga berkontribusi terhadap rasa ngantuk. Duduk terlalu lama membuat aliran darah melambat dan otot menjadi kaku.
Melakukan peregangan ringan atau berjalan singkat dapat membantu melancarkan sirkulasi darah. Aktivitas ini juga memberi sinyal pada otak untuk kembali waspada.
Gerakan sederhana selama beberapa menit dapat memberikan efek segar yang cukup signifikan.
Pola Makan yang Mendukung Energi Stabil
Asupan makanan juga berpengaruh besar terhadap tingkat energi. Makanan tinggi gula dan lemak cenderung membuat tubuh cepat lelah.
Sebaliknya, kombinasi karbohidrat kompleks, protein, dan serat membantu menjaga energi lebih stabil. Pola makan seimbang mencegah lonjakan dan penurunan energi secara drastis.
Dengan nutrisi yang tepat, rasa ngantuk dapat dikendalikan secara alami.
Mengubah Kebiasaan Kerja Sehari-hari
Mengatasi kantuk tidak selalu membutuhkan solusi instan. Perubahan kecil dalam kebiasaan kerja justru memberikan dampak jangka panjang yang lebih sehat.
Mulai dari cukup minum air, mengatur waktu istirahat, hingga menjaga pola makan dapat meningkatkan kualitas fokus dan produktivitas.
Pendekatan ini tidak hanya mengurangi kantuk, tetapi juga membantu menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan.
Kesimpulan
Rasa ngantuk saat bekerja tidak selalu harus dilawan dengan kopi atau camilan manis. Menurut ahli gizi, penyebab utama yang sering diabaikan adalah kurangnya cairan dalam tubuh.
Dengan mencukupi kebutuhan air putih, menjaga pola makan seimbang, serta melakukan gerakan ringan, tubuh dapat tetap segar dan fokus tanpa risiko kesehatan jangka panjang.
Kebiasaan sederhana ini terbukti lebih aman dan efektif dalam menjaga produktivitas dibanding solusi instan yang hanya bekerja sesaat.

Cek Juga Artikel Dari Platform jelajahhijau.com
