infowarkop.web.id Dalam beberapa tahun terakhir, kopi susu bukan lagi sekadar minuman biasa. Ia sudah berubah menjadi bagian dari rutinitas harian, terutama bagi mereka yang ingin memulai pagi dengan energi dan mood yang lebih baik. Dari kedai kopi modern hingga racikan rumahan, kopi susu hadir dalam berbagai versi, mulai dari yang manis creamy sampai yang lebih ringan dan pahit.
Namun, di balik popularitasnya, muncul satu pertanyaan yang cukup sering dibicarakan: apakah kopi susu benar-benar mengurangi manfaat kalsium dari susu? Banyak orang khawatir bahwa kafein dalam kopi bisa “menghilangkan” kalsium sehingga susu tidak lagi maksimal untuk kesehatan tulang.
Lalu, ini mitos atau fakta?
Asal Mula Anggapan Kopi Mengganggu Kalsium
Mitos ini muncul karena kafein memang memiliki efek diuretik ringan, artinya bisa membuat tubuh lebih sering buang air kecil. Dalam beberapa penelitian lama, konsumsi kafein berlebihan dikaitkan dengan meningkatnya pengeluaran kalsium melalui urin.
Dari situlah berkembang anggapan bahwa minum kopi, apalagi dicampur susu, akan membuat kalsium “terbuang sia-sia.” Padahal, kenyataannya tidak sesederhana itu.
Yang perlu dipahami, tubuh manusia memiliki sistem penyerapan dan regulasi kalsium yang cukup kompleks. Tidak semua kalsium langsung hilang hanya karena ada kafein.
Fakta Ilmiah: Kafein Memang Berpengaruh, Tapi Kecil
Secara ilmiah, kafein memang bisa sedikit mengurangi penyerapan kalsium atau meningkatkan ekskresinya. Tetapi efeknya tergolong sangat kecil jika konsumsi kopi masih dalam batas wajar.
Beberapa studi menunjukkan bahwa satu cangkir kopi hanya menyebabkan kehilangan kalsium dalam jumlah yang sangat minim, bahkan bisa “tertutupi” hanya dengan menambahkan sedikit susu ke dalam kopi tersebut.
Artinya, jika kamu minum kopi susu, kalsium dari susu tidak langsung hilang begitu saja. Tubuh tetap menyerap sebagian besar kandungan kalsium tersebut.
Masalah baru muncul jika seseorang mengonsumsi kopi dalam jumlah berlebihan setiap hari tanpa asupan kalsium yang cukup dari makanan lain.
Kopi Susu Tidak Membuat Kalsium “Nol”
Salah satu kesalahpahaman terbesar adalah anggapan bahwa mencampur kopi dan susu membuat kalsium menjadi tidak berguna. Ini tidak benar.
Kalsium dalam susu tetap ada dan tetap bisa diserap tubuh. Bahkan, susu mengandung vitamin dan protein lain yang mendukung kesehatan tulang secara keseluruhan.
Jadi, kopi susu tidak otomatis menjadi “musuh” bagi kesehatan tulang, selama dikonsumsi dengan bijak.
Siapa yang Perlu Lebih Waspada?
Walaupun efeknya kecil, ada beberapa kelompok yang sebaiknya lebih memperhatikan konsumsi kopi:
- Orang lanjut usia yang rentan osteoporosis
- Perempuan yang memasuki masa menopause
- Orang dengan asupan kalsium rendah
- Mereka yang minum kopi berlebihan (lebih dari 4–5 cangkir per hari)
Jika termasuk kelompok ini, bukan berarti harus berhenti minum kopi susu, tetapi perlu menyeimbangkan dengan pola makan kaya kalsium seperti ikan, sayuran hijau, tahu, tempe, dan susu tambahan.
Tips Aman Menikmati Kopi Susu
Buat kamu yang tidak bisa lepas dari kopi susu, tenang saja. Ada beberapa cara sederhana agar tetap aman dan sehat:
- Batasi konsumsi kopi
Cukup 1–2 cangkir sehari sudah aman bagi kebanyakan orang. - Pastikan asupan kalsium cukup
Jangan hanya mengandalkan susu dari kopi saja. - Jangan minum kopi saat perut kosong terus-menerus
Kombinasikan dengan makanan bergizi. - Perhatikan gula berlebih
Kopi susu kekinian sering tinggi gula, ini yang justru lebih berbahaya jika berlebihan. - Minum air putih cukup
Untuk menjaga keseimbangan cairan tubuh.
Kesimpulan: Mitos yang Dibesar-besarkan
Jadi, apakah kalsium susu tidak maksimal karena kopi?
Jawabannya: efeknya ada, tetapi sangat kecil. Kopi susu tidak membuat kalsium hilang total, dan tubuh tetap bisa menyerap manfaat susu dengan baik jika konsumsi kopi tidak berlebihan.
Kopi susu tetap boleh dinikmati sebagai bagian dari gaya hidup modern, asal tetap seimbang dengan pola makan sehat dan asupan kalsium yang cukup.
Karena pada akhirnya, kesehatan tulang bukan hanya soal satu minuman, tetapi soal kebiasaan jangka panjang yang konsisten.

Cek Juga Artikel Dari Platform revisednews.com
