infowarkop.web.id Siapa pun yang melintas di kawasan Jalan Mohd. Yatim, Senapelan, Pekanbaru, akan langsung mengenali satu hal yang khas: aroma kopi pekat yang menyeruak dari sebuah toko tua yang tetap hidup hingga hari ini. Di tengah hiruk-pikuk pasar dan aktivitas warga, Toko Setia Jaya berdiri sebagai salah satu tempat paling legendaris untuk berburu bubuk kopi khas Nusantara.

Toko ini sudah puluhan tahun menjadi bagian dari denyut ekonomi rakyat di kawasan Senapelan. Meski tampil sederhana dengan etalase yang mulai termakan usia, aktivitas meracik kopi di dalamnya tidak pernah berhenti. Tangan-tangan terampil terus menakar, menggiling, lalu membungkus kopi sesuai pesanan pelanggan.

Pemandangan ini menjadi rutinitas sehari-hari yang memperlihatkan bahwa kopi bukan sekadar minuman, tetapi juga tradisi yang terus hidup.


Setia Jaya dan Budaya Kopi Tradisional Pekanbaru

Di tengah menjamurnya kedai modern dan kopi instan, Setia Jaya tetap bertahan dengan cara yang tradisional. Bubuk kopi digiling dan dikemas secara manual, menjaga rasa autentik yang sulit ditiru oleh produk pabrikan.

Bagi masyarakat Pekanbaru, toko ini bukan hanya tempat belanja kopi. Setia Jaya sudah menjadi bagian dari sejarah kebiasaan minum kopi, dari generasi tua hingga anak muda yang mulai penasaran dengan kopi asli dari hulu ke hilir.

Kopi di sini tidak dibuat untuk tren sesaat. Ia hadir sebagai rasa yang sudah melekat dalam kehidupan warga.


Liberika Meranti, Kopi Riau yang Paling Dicari

Salah satu varian paling diminati di Toko Setia Jaya adalah Kopi Riau, yang dikenal berasal dari biji Liberika Meranti. Jenis kopi ini memiliki karakter unik, dengan aroma kuat dan rasa khas yang berbeda dari Arabika maupun Robusta biasa.

Harga Kopi Riau di toko ini cukup jelas dan terbuka, yaitu sekitar:

  • Rp220.000 per kilogram
  • Rp110.000 per setengah kilogram
  • Rp55.000 per seperempat kilogram
  • Rp23.000 per ons

Liberika menjadi kebanggaan lokal karena membawa identitas kopi Riau yang tidak banyak ditemukan di tempat lain.


Arabika Premium untuk Penikmat Karakter Lebih Halus

Selain Liberika, Setia Jaya juga menyediakan bubuk Arabika premium. Varian ini menyasar konsumen yang menginginkan rasa lebih kompleks, dengan aroma floral dan tingkat keasaman yang lebih seimbang.

Arabika di Setia Jaya dibanderol dengan harga lebih tinggi, yakni:

  • Rp300.000 per kilogram
  • Rp151.000 per setengah kilogram
  • Rp76.000 per seperempat kilogram
  • Rp31.000 per ons

Bagi penikmat kopi serius, Arabika premium menjadi pilihan utama karena kualitasnya yang konsisten dan cocok untuk berbagai metode seduh.


Kopi Istimewa, Favorit Pelanggan Tetap

Di bagian tengah etalase, ada varian yang disebut Kopi Istimewa. Kopi ini menjadi salah satu pilihan favorit pelanggan tetap karena menawarkan keseimbangan rasa pahit yang pas dengan aroma lembut.

Harga Kopi Istimewa berada di kisaran:

  • Rp250.000 per kilogram
  • Rp126.000 per setengah kilogram
  • Rp64.000 per seperempat kilogram
  • Rp26.000 per ons

Varian ini sering dipilih untuk konsumsi harian bagi mereka yang ingin rasa kuat namun tidak terlalu tajam.


Kopi Aceh dan Cita Rasa Kuat Sumatra

Tak lengkap rasanya membahas Setia Jaya tanpa menyebut Kopi Aceh. Varian ini menjadi incaran pencinta kopi Sumatra yang terkenal dengan body tebal dan aftertaste kuat.

Harga Kopi Aceh di toko ini sekitar:

  • Rp220.000 per kilogram
  • Rp111.000 per setengah kilogram
  • Rp56.000 per seperempat kilogram
  • Rp23.000 per ons

Kopi Aceh menjadi pilihan bagi mereka yang menyukai rasa “berani” dan aroma yang bertahan lama.


Pilihan Lebih Terjangkau: Kopi No.1 dan Kopi Special

Bagi konsumen yang mencari kopi dengan harga lebih ramah, Setia Jaya juga menyediakan Kopi No.1. Varian ini dijual sekitar Rp120.000 per kilogram dan menjadi opsi ekonomis tanpa kehilangan karakter kopi tradisional.

Selain itu, ada juga Kopi Special dengan harga menengah, sekitar Rp170.000 per kilogram. Varian ini cocok untuk konsumen yang ingin kualitas stabil dengan rasa yang konsisten.

Sistem harga terbuka seperti ini membuat pelanggan leluasa memilih sesuai kebutuhan, mulai dari takaran kecil hingga pembelian besar untuk stok rumah atau usaha.


Pelanggan Lintas Generasi Tetap Setia

Seorang barista Pekanbaru, Prayoga Maulana, menilai toko seperti Setia Jaya adalah fondasi budaya kopi di kota tersebut. Ia menyebut tempat ini sebagai “akar” dari kebiasaan minum kopi masyarakat Pekanbaru.

Ia sudah bertahun-tahun berlangganan karena karakter kopi di Setia Jaya dinilai sangat cocok untuk seduhan tubruk yang masih digemari.

Sementara itu, pelanggan lain seperti Alfian mengaku selalu menyimpan stok kopi dari Setia Jaya di rumah. Baginya, rasa kopi yang konsisten adalah alasan utama untuk terus kembali.

Pembelian berdasarkan takaran juga memberi kebebasan. Banyak pelanggan memilih membeli per ons, sementara sebagian lain langsung membeli per kilogram untuk persediaan panjang.


Setia Jaya, Lebih dari Sekadar Toko Kopi

Toko Setia Jaya bukan hanya tempat jual beli kopi. Ia adalah ruang interaksi sosial, tempat tradisi bertemu dengan kebutuhan modern. Lokasinya yang strategis di pusat Pekanbaru membuatnya mudah dijangkau siapa saja.

Di tengah gempuran kedai modern, Setia Jaya tetap bertahan dengan cara sederhana. Bubuk kopi digiling manual, rasa dijaga, dan pelanggan dilayani dengan sentuhan tradisi.

Bagi masyarakat Pekanbaru, setiap bungkus kopi dari toko ini bukan hanya dagangan, tetapi juga cerita panjang tentang identitas, ketekunan, dan cinta pada rasa asli Nusantara.

Cek Juga Artikel Dari Platform petanimal.org

By mimin