infowarkop.web.id Taman Teluknaga yang berada di Desa Tanjung Burung, Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang, kini menjadi sorotan warga sekitar. Ruang terbuka hijau yang dulu sempat menjadi tempat rekreasi dan berkumpul masyarakat, kini terlihat terbengkalai.
Sejak masa pandemi, taman tersebut tidak lagi memiliki pengelolaan resmi dan tidak ada operasional rutin dari pemerintah. Akibatnya, kondisi taman perlahan memburuk. Fasilitas yang dulunya bisa digunakan warga kini banyak yang rusak atau bahkan hilang.
Padahal, taman publik seperti ini memiliki peran penting sebagai ruang sosial, tempat bermain anak, dan area hijau yang membantu kualitas lingkungan.
Fasilitas Rusak, Rumput Liar Tumbuh Tinggi
Warga yang melintas di sekitar taman kini dapat melihat perubahan yang cukup drastis. Area yang seharusnya bersih dan nyaman, justru dipenuhi rumput liar yang tumbuh tinggi.
Beberapa fasilitas taman juga dilaporkan mengalami kerusakan. Ada yang patah, hilang, atau tidak lagi bisa digunakan. Selain itu, penerangan di kawasan taman juga sangat minim.
Kondisi ini membuat taman terasa kurang aman, terutama saat sore menjelang malam. Jalan di sekitar taman pun ikut mengalami kerusakan sehingga mengganggu akses warga.
Situasi tersebut memperlihatkan bahwa tanpa pengelolaan rutin, ruang publik bisa cepat kehilangan fungsinya.
Tidak Ada Pengurus Resmi Sejak Pandemi
Salah satu penyebab utama terbengkalainya taman ini adalah tidak adanya pengurus atau petugas resmi sejak pandemi. Operasional taman yang sebelumnya berjalan perlahan berhenti, dan hingga kini belum kembali normal.
Warga menyebut taman seperti “ditinggalkan begitu saja.” Tidak ada perawatan rutin seperti pemotongan rumput, perbaikan fasilitas, atau pengawasan keamanan.
Hal ini tentu disayangkan karena taman publik dibangun menggunakan anggaran dan seharusnya menjadi aset bersama masyarakat.
Pemilik Warung Kopi Turun Tangan Merawat Taman
Di tengah kondisi yang memprihatinkan, muncul sosok warga yang justru mengambil inisiatif. Seorang pemilik warung kopi di sekitar taman memilih untuk merawat area tersebut dengan biaya pribadi.
Ia merasa taman tidak boleh dibiarkan rusak sepenuhnya. Sebagai warga yang setiap hari berada di sekitar lokasi, ia melihat langsung bagaimana taman semakin tidak terurus.
Dengan peralatan sederhana dan ongkos sendiri, ia membersihkan area tertentu, memangkas rumput, serta menjaga agar taman tidak semakin kumuh.
Langkah ini mendapat perhatian karena menunjukkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan, meski seharusnya tanggung jawab utama berada pada pemerintah.
Ruang Publik Penting untuk Kehidupan Sosial Warga
Taman bukan hanya soal keindahan. Ruang terbuka hijau memiliki fungsi sosial yang besar. Di banyak daerah, taman menjadi tempat warga berinteraksi, berolahraga, hingga tempat anak-anak bermain.
Jika taman terbengkalai, masyarakat kehilangan salah satu ruang penting untuk aktivitas sehat dan kebersamaan.
Selain itu, taman juga memiliki manfaat ekologis. Area hijau membantu mengurangi panas, memperbaiki kualitas udara, serta menjadi tempat resapan air saat hujan.
Karena itu, terbengkalainya taman publik bukan sekadar persoalan estetika, tetapi juga berdampak pada kualitas hidup warga.
Warga Berharap Pemerintah Kembali Hadir
Kondisi Taman Teluknaga membuat banyak warga berharap pemerintah daerah kembali mengambil peran. Ruang publik seharusnya tidak bergantung pada biaya pribadi warga.
Perawatan taman membutuhkan sistem yang jelas, mulai dari petugas kebersihan, pengawasan fasilitas, hingga perbaikan infrastruktur.
Jika pemerintah kembali mengelola taman dengan baik, kawasan tersebut bisa hidup lagi seperti sebelumnya. Warga pun dapat menikmati fasilitas umum dengan aman dan nyaman.
Perlu Perbaikan Infrastruktur dan Penerangan
Selain perawatan kebersihan, warga juga menyoroti kebutuhan perbaikan infrastruktur. Jalan di sekitar taman yang rusak perlu diperbaiki agar akses lebih mudah.
Penerangan juga menjadi hal penting. Lampu taman yang minim membuat kawasan terasa rawan dan kurang nyaman saat malam.
Jika fasilitas dasar seperti penerangan dan keamanan diperbaiki, taman bisa kembali menjadi ruang publik yang aktif.
Kepedulian Warga Jadi Contoh, Tapi Bukan Solusi Utama
Apa yang dilakukan pemilik warung kopi patut diapresiasi. Kepedulian warga seperti ini menjadi contoh bahwa masyarakat masih peduli pada lingkungan.
Namun, upaya pribadi tentu tidak bisa menjadi solusi jangka panjang. Ruang publik memerlukan dukungan sistematis dari pemerintah, karena menyangkut kepentingan banyak orang.
Perawatan taman harus menjadi bagian dari pelayanan publik, bukan beban individu.
Penutup: Taman Teluknaga Butuh Perhatian Serius
Taman Teluknaga di Tangerang kini berada dalam kondisi memprihatinkan setelah lama tidak terurus. Fasilitas rusak, rumput liar tumbuh, penerangan minim, dan jalan sekitar taman ikut rusak.
Di tengah keterbengkalaiannya, seorang warga pemilik warung kopi berinisiatif merawat taman dengan biaya pribadi. Meski langkah ini menunjukkan kepedulian tinggi, pemerintah tetap diharapkan segera hadir untuk mengembalikan fungsi taman sebagai ruang publik.
Dengan pengelolaan yang baik, Taman Teluknaga bisa kembali menjadi tempat yang nyaman, aman, dan bermanfaat bagi seluruh masyarakat.

Cek Juga Artikel Dari Platform revisednews.com
