Yogyakarta selalu punya cara menarik untuk memanjakan para pencinta kopi. Di tengah menjamurnya kedai kopi dengan konsep dan menu beragam, kopi susu gula aren tetap menjadi primadona. Minuman ini kerap dibandingkan dengan kopi susu ala Tuku yang populer di Jakarta, karena rasanya yang ringan, creamy, dan mudah diterima banyak orang.

Buat kamu yang sedang liburan ke Jogja atau memang tinggal di kota ini, ada satu tempat ngopi yang sering disebut punya kopi susu dengan karakter mirip Tuku. Namanya Couvee. Kedai kopi ini bukan pemain baru, karena sudah hadir sejak tahun 2017 dan hingga kini masih menjadi favorit anak muda Yogyakarta.


Couvee, Kedai Kopi yang Konsisten Sejak 2017

Couvee pertama kali berdiri pada April 2017. Usaha ini dirintis oleh dua pebisnis muda yang memiliki visi sederhana: membuat kopi yang bisa dinikmati semua kalangan. Mulai dari penikmat kopi ringan dan manis, hingga mereka yang menyukai kopi pahit dan kuat tanpa gula.

Gerai pertama Couvee berlokasi di Jalan Kaliurang Km 5, Yogyakarta. Berawal dari menyewa sebuah ruko sederhana, Couvee perlahan membangun reputasi sebagai coffee shop dengan rasa kopi yang konsisten dan harga yang masih ramah di kantong mahasiswa.

Pendekatan ini membuat Couvee cepat diterima, terutama di kota pelajar seperti Yogyakarta yang didominasi anak muda dan mahasiswa dengan selera kopi beragam.


Konsep Kopi yang Fleksibel untuk Semua Selera

Salah satu kekuatan Couvee adalah fleksibilitas menunya. Mereka tidak memaksakan satu gaya kopi tertentu. Di sini, kamu bisa menemukan kopi susu yang ringan dan manis, hingga kopi dengan karakter pahit yang lebih dominan.

Pendekatan ini mirip dengan filosofi kopi susu Tuku yang menjadikan kopi sebagai minuman sehari-hari, bukan sesuatu yang eksklusif. Inilah yang membuat banyak pelanggan merasa rasa kopi susu Couvee “dekat” dengan selera mereka.


Gerai Seturan, Favorit untuk Nongkrong dan WFC

Salah satu gerai Couvee yang cukup populer berada di Jalan Seturan Raya No. 88, Kledokan, Sleman. Lokasinya strategis dan dikelilingi kampus serta kos-kosan mahasiswa, menjadikannya tempat ideal untuk nongkrong, WFC (work from cafe), atau mengerjakan tugas.

Interior kafenya mengusung konsep clean dan minimalis. Pencahayaan cukup terang, meja dan kursi tertata rapi, serta suasana yang relatif tenang membuat pengunjung betah berlama-lama. Tak heran jika Couvee sering dipadati laptop dan buku catatan di siang hingga malam hari.


Everyday Latte, Pilihan Kopi Susu Paling Aman

Menu kopi susu pertama yang patut dicoba adalah Everyday Latte dengan harga sekitar Rp26 ribu. Minuman ini memadukan satu shot espresso, susu, dan gula merah.

Karakter rasanya cenderung creamy dengan manis yang lembut. Pahit kopinya tidak terlalu menonjol, sehingga cocok untuk peminum kopi pemula atau mereka yang ingin minum kopi tanpa rasa terlalu kuat. Inilah tipe kopi susu yang sering dibandingkan dengan kopi susu Tuku karena mudah dinikmati kapan saja.


Melacca, Seimbang antara Pahit dan Manis

Buat kamu yang ingin rasa kopi sedikit lebih “berani”, Couvee menawarkan menu Melacca dengan harga yang sama, sekitar Rp26 ribu. Kopi ini menggunakan satu setengah shot espresso yang dipadukan dengan susu dan gula aren.

Rasa pahit kopinya mulai terasa lebih jelas, namun tetap seimbang dengan creamy susu dan manis khas gula aren. Melacca cocok untuk kamu yang sudah terbiasa minum kopi susu, tetapi ingin sensasi kopi yang sedikit lebih kuat tanpa kehilangan karakter manisnya.


Java, Kopi Susu untuk Pencinta Rasa Strong

Pilihan terakhir adalah menu Java, yang dibanderol lebih terjangkau, sekitar Rp23 ribu. Kopi ini menggunakan double shot espresso dengan campuran susu dan kental manis.

Dibanding dua menu sebelumnya, Java memiliki rasa kopi yang paling pekat. Pahitnya terasa lebih dominan, teksturnya kental, namun tetap creamy dan manis di akhir. Menu ini cocok untuk pencinta kopi strong yang tetap ingin sentuhan manis dalam minumannya.


Tak Hanya Kopi, Menu Non-Kopi Juga Lengkap

Selain kopi susu, Couvee juga menyediakan berbagai menu non-kopi yang tak kalah menarik. Mulai dari cokelat, matcha, hingga minuman segar lainnya. Pilihan ini membuat Couvee ramah untuk pengunjung yang datang berkelompok dengan selera minuman berbeda.

Dengan menu yang beragam, Couvee berhasil menjangkau pasar yang lebih luas, tidak hanya pencinta kopi, tetapi juga mereka yang ingin sekadar nongkrong tanpa minum kopi.


Kenapa Couvee Sering Disebut Mirip Tuku?

Julukan “mirip Tuku” yang sering dilekatkan pada Couvee bukan tanpa alasan. Keduanya sama-sama mengusung konsep kopi susu yang sederhana, fokus pada keseimbangan rasa, dan menjadikan kopi sebagai minuman harian.

Couvee berhasil menerjemahkan konsep tersebut ke dalam konteks Yogyakarta, dengan harga yang lebih bersahabat dan suasana yang mendukung aktivitas anak muda.


Pilihan Aman untuk Ngopi di Jogja

Jika kamu mencari tempat ngopi di Yogyakarta dengan kopi susu yang rasanya familiar, creamy, dan tidak ribet, Couvee bisa menjadi pilihan aman. Baik untuk sekadar nongkrong santai, WFC, atau melepas lelah setelah jalan-jalan, kedai kopi ini menawarkan pengalaman ngopi yang konsisten sejak 2017.

Jadi, kalau kamu pencinta kopi susu ala Tuku dan sedang berada di Jogja, tidak ada salahnya mampir ke Couvee. Siapa tahu, ini justru jadi tempat ngopi favoritmu berikutnya.

Baca Juga : Limbah Kulit Kopi Ciwidey Disulap Jadi Pakan Ternak

Jangan Lewatkan Info Penting Dari : mabar

By mimin