infowarkop.web.id Upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat terus dilakukan oleh jajaran kepolisian di tingkat desa. Salah satu langkah yang rutin dilakukan adalah kegiatan sambang dan dialog langsung dengan warga. Cara ini dinilai efektif untuk membangun kedekatan antara polisi dan masyarakat, sekaligus memperkuat situasi kamtibmas di lingkungan pedesaan.
Seperti yang dilakukan oleh Kanit Binmas Polsek Ngraho, Aiptu Kustijono, yang menyambangi warung kopi milik warga di Desa Belimbinggede, Kecamatan Ngraho, Kabupaten Bojonegoro. Kegiatan ini menjadi bagian dari tugas pembinaan wilayah hukum Polsek Ngraho dalam menciptakan suasana desa yang aman, nyaman, dan kondusif.
Warung kopi di desa sering menjadi pusat berkumpulnya masyarakat. Selain tempat beristirahat, warung kopi juga menjadi ruang komunikasi sosial. Di tempat seperti inilah warga saling bertukar kabar, berdiskusi, dan menyampaikan berbagai persoalan yang terjadi di lingkungan sekitar.
Karena itu, sambang ke warung kopi menjadi cara yang tepat bagi polisi untuk mendengar langsung aspirasi masyarakat.
Sambang Warga untuk Memperkuat Silaturahmi
Kapolsek Ngraho AKP Sutaryanto melalui Kanit Binmas menegaskan pentingnya kegiatan sambang sebagai bentuk pelayanan kepolisian. Polisi tidak hanya hadir saat terjadi masalah, tetapi juga hadir untuk membangun hubungan baik dengan warga.
Aiptu Kustijono menyampaikan bahwa kunjungannya bertujuan mempererat silaturahmi dengan masyarakat desa. Dengan komunikasi yang baik, warga diharapkan lebih terbuka dalam menyampaikan informasi mengenai situasi keamanan di lingkungannya.
Silaturahmi juga menjadi bagian penting dalam menciptakan rasa aman. Ketika masyarakat merasa dekat dengan aparat keamanan, mereka akan lebih mudah bekerja sama dalam menjaga ketertiban.
Pendekatan seperti ini menjadi contoh nyata bahwa keamanan bukan hanya tanggung jawab polisi, tetapi juga tanggung jawab bersama seluruh warga.
Pesan Kamtibmas kepada Pemilik Warung dan Warga
Dalam kesempatan tersebut, Kanit Binmas menyampaikan pesan kamtibmas kepada pemilik warung dan warga yang sedang berkumpul. Ia mengimbau masyarakat untuk selalu menjaga keamanan dan menghindari perbuatan yang dapat menimbulkan gangguan ketertiban.
Beberapa pesan yang disampaikan antara lain pentingnya:
- Menjaga kerukunan antarwarga
- Menghindari konflik atau pertengkaran
- Waspada terhadap tindak kriminal
- Tidak mudah terprovokasi isu yang belum jelas
- Segera melapor jika ada kejadian mencurigakan
Pesan ini disampaikan secara dialogis dan santai. Suasana warung kopi membuat komunikasi berjalan lebih akrab dan tidak kaku.
Cara seperti ini sering lebih mudah diterima masyarakat, karena pesan keamanan disampaikan dalam suasana sehari-hari.
Warung Kopi sebagai Ruang Sosial Desa
Di banyak desa, warung kopi bukan sekadar tempat minum. Warung kopi menjadi ruang sosial yang penting. Banyak keputusan kecil dalam kehidupan desa sering dimulai dari obrolan di warung.
Karena itu, polisi memanfaatkan warung kopi sebagai titik strategis untuk mendekatkan diri dengan masyarakat. Dengan hadir di ruang sosial warga, polisi bisa memahami kondisi desa secara lebih nyata.
Di warung kopi, warga juga lebih mudah menyampaikan keluhan, aspirasi, atau informasi tentang situasi lingkungan.
Pendekatan ini membantu polisi mendeteksi potensi gangguan keamanan sejak dini. Dengan begitu, langkah pencegahan bisa dilakukan sebelum masalah berkembang.
Mendengar Langsung Informasi dari Warga
Aiptu Kustijono menegaskan bahwa sambang ini juga bertujuan untuk menggali informasi langsung dari warga terkait kondisi kamtibmas di Desa Belimbinggede.
Informasi dari masyarakat sangat penting. Polisi tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan warga. Dengan adanya komunikasi dua arah, warga menjadi mitra aktif dalam menjaga keamanan.
Warga dapat menyampaikan hal-hal seperti:
- Aktivitas orang asing yang mencurigakan
- Potensi konflik antarwarga
- Masalah kenakalan remaja
- Gangguan ketertiban di malam hari
- Isu sosial yang berkembang di lingkungan desa
Dengan informasi ini, polisi dapat mengambil langkah lebih cepat dan tepat.
Polisi Humanis dan Dekat dengan Masyarakat
Kegiatan sambang ini mencerminkan konsep polisi humanis, yaitu polisi yang hadir sebagai sahabat masyarakat. Polisi tidak hanya bertugas menegakkan hukum, tetapi juga membangun kedekatan sosial.
Pendekatan humanis penting untuk menciptakan rasa percaya. Ketika warga percaya kepada polisi, mereka tidak ragu untuk melapor dan bekerja sama.
Kehadiran polisi di warung kopi juga memberi pesan bahwa aparat keamanan selalu siap menjaga desa. Warga merasa lebih nyaman karena ada perhatian langsung dari pihak kepolisian.
Membangun Desa yang Aman dan Kondusif
Situasi desa yang aman sangat mendukung aktivitas masyarakat. Jika lingkungan kondusif, warga bisa bekerja dengan tenang, anak-anak bisa belajar dengan nyaman, dan kegiatan ekonomi berjalan lancar.
Karena itu, kegiatan sambang seperti ini menjadi bagian dari upaya membangun desa yang lebih kuat. Polisi dan masyarakat bersama-sama menciptakan keamanan sebagai pondasi kehidupan sosial.
Warga Desa Belimbinggede pun diharapkan terus menjaga kerukunan dan saling peduli terhadap lingkungan sekitar.
Kesimpulan
Kanit Binmas Polsek Ngraho, Aiptu Kustijono, melakukan sambang dan dialog di warung kopi warga Desa Belimbinggede sebagai bagian dari pembinaan kamtibmas. Kegiatan ini bertujuan mempererat silaturahmi sekaligus mendengar langsung informasi dari masyarakat tentang situasi keamanan lingkungan.
Melalui pesan-pesan kamtibmas dan pendekatan humanis, kepolisian berharap warga semakin sadar pentingnya menjaga keamanan bersama. Warung kopi menjadi ruang sosial yang efektif untuk membangun komunikasi dan menciptakan desa yang aman, nyaman, dan kondusif.

Cek Juga Artikel Dari Platform mabar.online
