Stand Up Comedy Indonesia atau SUCI kembali hadir di layar Kompas TV dan menjadi salah satu program hiburan yang paling dinantikan para pencinta komedi tanah air. Memasuki musim ke-12, SUCI kembali membuka audisi untuk menjaring talenta-talenta baru dari berbagai daerah di Indonesia.

Setelah sukses menggelar audisi di beberapa kota besar seperti Surabaya, Yogyakarta, dan Bandung, kini Jakarta menjadi kota terakhir dalam rangkaian audisi SUCI ke-12. Audisi ini berlangsung di Menara Kompas dan menjadi penutup perjalanan panjang pencarian komika baru yang siap tampil di panggung nasional.

Suasana audisi pun terasa penuh semangat. Para peserta datang dari latar belakang berbeda, membawa gaya komedi masing-masing, dan tentu saja harapan besar untuk bisa lolos ke tahap berikutnya.

SUCI ke-12 Kembali Jadi Ajang Bergengsi

SUCI sudah lama dikenal sebagai salah satu ajang stand up comedy paling bergengsi di Indonesia. Program ini bukan hanya melahirkan komika-komika besar, tetapi juga membuka ruang bagi generasi baru untuk berkembang di industri hiburan.

Banyak nama besar yang kini dikenal luas berawal dari panggung SUCI. Karena itu, setiap musim audisi selalu menarik perhatian, baik dari peserta maupun penonton yang penasaran siapa sosok baru yang akan bersinar.

Musim ke-12 ini pun menjadi momentum penting karena stand up comedy di Indonesia terus berkembang, dengan gaya humor yang semakin beragam dan dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat.

Jakarta Jadi Kota Terakhir Audisi

Audisi di Jakarta menjadi titik akhir dari rangkaian seleksi terbuka yang dilakukan Kompas TV. Setelah sebelumnya menjaring peserta dari Surabaya, Yogyakarta, dan Bandung, audisi Jakarta menjadi kesempatan terakhir bagi para calon komika untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka.

Menara Kompas dipenuhi peserta yang antre sejak pagi. Mereka membawa materi komedi yang telah dipersiapkan matang, mulai dari cerita personal, keresahan sosial, hingga humor observasi yang menjadi ciri khas stand up comedy.

Jakarta sebagai kota terakhir juga menjadi simbol bahwa persaingan semakin ketat, karena banyak peserta yang datang dengan pengalaman tampil di berbagai komunitas stand up.

Indro Warkop Ungkap Indikator Penilaian

Salah satu hal menarik dari audisi SUCI ke-12 adalah kehadiran Indro Warkop, sosok legendaris dalam dunia komedi Indonesia. Indro menjadi salah satu juri sekaligus figur yang memberikan warna tersendiri dalam proses seleksi.

Dalam kesempatan tersebut, Indro mengungkapkan bahwa penilaian audisi SUCI tidak hanya soal lucu semata. Ada indikator-indikator penting yang menjadi pertimbangan juri dalam menentukan siapa yang layak lolos.

Menurut Indro, komika yang dicari bukan hanya yang bisa membuat orang tertawa, tetapi juga memiliki karakter kuat, kemampuan menyampaikan materi dengan baik, serta potensi berkembang di panggung besar.

Penilaian juga mencakup bagaimana peserta membangun premis, menyusun punchline, serta menjaga ritme penampilan agar tetap menarik dari awal hingga akhir.

Komedi Harus Punya Identitas

Indro menekankan bahwa stand up comedy bukan sekadar melontarkan lelucon, tetapi seni bercerita yang membutuhkan identitas.

Seorang komika harus memiliki sudut pandang unik. Materi yang dibawakan harus terasa personal dan autentik, sehingga penonton bisa terhubung dengan cerita yang disampaikan.

Dalam audisi, juri juga melihat apakah peserta hanya meniru gaya komika lain atau sudah menemukan suara komedinya sendiri. Keaslian menjadi nilai penting karena panggung SUCI membutuhkan sosok yang benar-benar berbeda dan segar.

Mental dan Kepercayaan Diri Jadi Faktor Penting

Selain materi, aspek mental juga menjadi indikator besar dalam penilaian. Audisi SUCI bukan situasi mudah, karena peserta tampil di depan juri dan kamera, dengan tekanan besar untuk tampil sempurna.

Indro menyebut bahwa kepercayaan diri dan cara peserta menguasai panggung sangat memengaruhi penilaian. Komika yang terlihat siap secara mental biasanya mampu menyampaikan materi dengan lebih natural dan kuat.

Bahkan jika ada kesalahan kecil, peserta yang bisa mengatasinya dengan improvisasi sering kali justru mendapat nilai lebih.

Antusiasme Peserta di Menara Kompas

Audisi di Jakarta berlangsung meriah. Banyak peserta datang dari komunitas stand up comedy lokal maupun dari luar kota yang sengaja mencoba kesempatan terakhir ini.

Mereka tampil bergantian dengan gaya masing-masing. Ada yang membawa humor observasi tentang kehidupan kota besar, ada yang membahas pengalaman pribadi, hingga yang mengangkat isu sosial dengan cara jenaka.

Kehadiran jurnalis Kompas TV Vedrizqa Ananda dan juru kamera Septha Yoga di lokasi juga memberikan gambaran langsung tentang bagaimana ketat dan serunya proses audisi SUCI ke-12 ini.

SUCI sebagai Panggung Masa Depan Komedi Indonesia

Stand Up Comedy Indonesia bukan sekadar kompetisi, tetapi juga wadah pembinaan bagi komika baru. Peserta yang lolos nantinya tidak hanya tampil, tetapi juga belajar mengasah kemampuan melalui mentoring dan pengalaman panggung yang lebih besar.

Dengan terus hadirnya SUCI hingga musim ke-12, program ini menjadi bukti bahwa stand up comedy memiliki tempat kuat dalam industri hiburan Indonesia.

Ajang ini juga menjadi ruang bagi generasi muda untuk menyampaikan keresahan dan pandangan mereka lewat humor yang cerdas.

Penutup: Jakarta Jadi Gerbang Terakhir Menuju SUCI 12

Audisi SUCI ke-12 di Jakarta menjadi penutup rangkaian seleksi yang telah digelar di beberapa kota besar. Indro Warkop pun membocorkan bahwa indikator penilaian tidak hanya soal kelucuan, tetapi juga identitas, struktur materi, mental panggung, dan potensi berkembang.

Kini publik menantikan siapa saja peserta yang akan lolos ke tahap berikutnya dan menjadi wajah baru stand up comedy Indonesia di SUCI ke-12.

Dengan semangat baru dan talenta segar, SUCI kembali membuktikan dirinya sebagai panggung penting bagi masa depan komedi Indonesia.

Baca juga : Kanit Binmas Polsek Ngraho Sambangi Warung Kopi Warga

Cek Juga Artikel Dari Platform : kalbarnews

By mimin